Benarkah tubuh gemuk membuat umur jadi lebih panjang?
Rabu, 24 Juni 2009
Biasanya orang berpendapat bahwa tubuh yang gemuk itu rentan terhadap penyakit. Dari penyakit hypertensi hingga jantung. Mungkin juga memiliki resiko yang lebih besar terserang penyakit asam urat (gout), kencing manis, dan sebagainya. Dengan kata lain orang yang bertubuh gemuk dianggap memiliki sedikit peluang untuk berumur panjang. Tapi sebuah penelitian di Jepang justru membuktikan hal yang sebaliknya. Orang-orang yang bertubuh gemuk (chubby people) terutama setelah berumur lebih dari 40 tahun justru memiliki peluang yang lebih besar untuk mencapai umur panjang.
Hasil penelitian ini mungkin bisa mengingatkan bagi Anda yang sudah berumur diatas 40 tahun agar jangan terlalu ketat dalam menerapkan diet bagi diri sendiri. Dan tentu saja jangan lantas menambah porsi makan menjadi berlebihan. Karena hasil penelitian di Jepang itu mungkin harus diuji lagi. Karena sebaiknya kita berpatokan bahwa cara hidup sehat yang akan memberikan peluang bagi kita untuk hidup lebih lama.
ORANG CHUBBY HIDUP LEBIH LAMA
Hasil studi yang digelar Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Rakyat Jepang menyatakan, orang berusia 40 tahun yang memiliki kelebihan berat badan, ternyata memiliki usia harapan hidup lebih lama, ketimbang kelompok masyarakat lainnya. "Kabar baik (paling tidak) bagi orang yang gemuk (chubby people)," demikian Yomiuri Shimbun di Tokyo, Kamis (18/6), mengutip studi yang mencoba mencari tahu upaya memiliki panjang umur tersebut.
Studi itu memperlihatkan kelompok masyarakat yang tergolong kurus (thin) dengan berat badan dibawah 53,5kg memiliki usia harapan hidup yang paling pendek. Kelompok ini juga rata-rata berpeluang meninggal enam atau tujuh tahun lebih cepat.
Hasil penelitian yang dipimpin oleh profesor Ichiro Tsuji dari Tohoku University itu menjadi lonceng peringatan bagi masyarakat yang ingin menjadi kurus, atau biasa di Jepang dijuluki "metabo", yaitu orang-orang yang memiliki syndrome metabolisme.
Tim riset pimpinan profesor Tsuji itu meneliti 50.000 penduduk di Propinsi Miyagi, dengan usia rata-rata respondennya 40 tahun ke atas. Para peneliti menanyakan kondisi kesehatan para responden dan mengelompokkannya dalam klasifikasi `body mass index" (BMI) guna mengetahui seberapa gemuk seseorang itu.
Hasil studi memperlihatkan pria usia 40 tahun dengan berat badan normal (reguler) 53,5kg - 72kg, ternyata memiliki tambahan harapan hidup 39,9 tahun lebih lama. Sedangkan kelompok pria yang memiliki kelebihan berat badan (overweight) memiliki harapan hidup 41,6 tahun lebih lama.
Kaum perempuan reguler miliki harapan hidup 47,9 tahun lebih lama, sementara kelompok perempuan yang overweight memiliki usia harapan hidup 48,5 tahun lebih lama. Untuk pria dan perempuan yang tergolong kelompok obesitas ( di atas 86,7kg) memiliki usia harapan hidup 39,4 tahun lebih lama (untuk pria) dan 46 tahun lebih lama bagi kaum perempuannya.
Sementara itu, bagi kaum pria kurus memiliki usia harapan hidup 34,5 tahun lebih lama, dan kaum perempuan kurus memiliki usia harapan hidupnya 41,7 tahun lebih lama.
Perkiraan mengapa kelompok masyarakat yang kurus berpeluang meninggal lebih dulu dikarenakan mereka merokok dan adanya teori yang menyatakan orang kurus lebih mudah terjangkit penyakit. Namun demikian hubungan antara kondisi fisik dan usia harapan hidup masih belum jelas dimengerti hingga saat ini.
Mengenai hal itu, Shinichi Kuriyama, profesor di Tohoko University lantas buru-buru mengingatkan bahwa orang-orang yang ingin panjang umur hendaknya tidak "latah" untuk menambah berat badannya
gatra.com
Hasil penelitian ini mungkin bisa mengingatkan bagi Anda yang sudah berumur diatas 40 tahun agar jangan terlalu ketat dalam menerapkan diet bagi diri sendiri. Dan tentu saja jangan lantas menambah porsi makan menjadi berlebihan. Karena hasil penelitian di Jepang itu mungkin harus diuji lagi. Karena sebaiknya kita berpatokan bahwa cara hidup sehat yang akan memberikan peluang bagi kita untuk hidup lebih lama.
ORANG CHUBBY HIDUP LEBIH LAMA
Hasil studi yang digelar Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Rakyat Jepang menyatakan, orang berusia 40 tahun yang memiliki kelebihan berat badan, ternyata memiliki usia harapan hidup lebih lama, ketimbang kelompok masyarakat lainnya. "Kabar baik (paling tidak) bagi orang yang gemuk (chubby people)," demikian Yomiuri Shimbun di Tokyo, Kamis (18/6), mengutip studi yang mencoba mencari tahu upaya memiliki panjang umur tersebut.
Studi itu memperlihatkan kelompok masyarakat yang tergolong kurus (thin) dengan berat badan dibawah 53,5kg memiliki usia harapan hidup yang paling pendek. Kelompok ini juga rata-rata berpeluang meninggal enam atau tujuh tahun lebih cepat.
Hasil penelitian yang dipimpin oleh profesor Ichiro Tsuji dari Tohoku University itu menjadi lonceng peringatan bagi masyarakat yang ingin menjadi kurus, atau biasa di Jepang dijuluki "metabo", yaitu orang-orang yang memiliki syndrome metabolisme.
Tim riset pimpinan profesor Tsuji itu meneliti 50.000 penduduk di Propinsi Miyagi, dengan usia rata-rata respondennya 40 tahun ke atas. Para peneliti menanyakan kondisi kesehatan para responden dan mengelompokkannya dalam klasifikasi `body mass index" (BMI) guna mengetahui seberapa gemuk seseorang itu.
Hasil studi memperlihatkan pria usia 40 tahun dengan berat badan normal (reguler) 53,5kg - 72kg, ternyata memiliki tambahan harapan hidup 39,9 tahun lebih lama. Sedangkan kelompok pria yang memiliki kelebihan berat badan (overweight) memiliki harapan hidup 41,6 tahun lebih lama.
Kaum perempuan reguler miliki harapan hidup 47,9 tahun lebih lama, sementara kelompok perempuan yang overweight memiliki usia harapan hidup 48,5 tahun lebih lama. Untuk pria dan perempuan yang tergolong kelompok obesitas ( di atas 86,7kg) memiliki usia harapan hidup 39,4 tahun lebih lama (untuk pria) dan 46 tahun lebih lama bagi kaum perempuannya.
Sementara itu, bagi kaum pria kurus memiliki usia harapan hidup 34,5 tahun lebih lama, dan kaum perempuan kurus memiliki usia harapan hidupnya 41,7 tahun lebih lama.
Perkiraan mengapa kelompok masyarakat yang kurus berpeluang meninggal lebih dulu dikarenakan mereka merokok dan adanya teori yang menyatakan orang kurus lebih mudah terjangkit penyakit. Namun demikian hubungan antara kondisi fisik dan usia harapan hidup masih belum jelas dimengerti hingga saat ini.
Mengenai hal itu, Shinichi Kuriyama, profesor di Tohoko University lantas buru-buru mengingatkan bahwa orang-orang yang ingin panjang umur hendaknya tidak "latah" untuk menambah berat badannya
gatra.com
Label: KESEHATAN
| Share |
|
| Tweet | Follow @bunyuonline |
Wallpaper foto kapal laut :
| Judul Artikel | : | Benarkah tubuh gemuk membuat umur jadi lebih panjang? |
| Alamat URL | : | http://www.bunyu-online.com/2009/06/tubuh-gemuk-membuat-umur-jadi-lebih.html |
