Antara penurunan kemampuan penglihatan dan Alzheimer | BUNYU ONLINE

Antara penurunan kemampuan penglihatan dan Alzheimer. BUNYU ONLINE: Antara penurunan kemampuan penglihatan dan Alzheimer, baca di www.bunyu-online.com


Kalimantan Timur, liburan, perjalanan, wisata, pelayaran, perkapalan, kapal pesiar, kapal mewah, paket perjalanan, penginapan, jaringan hotel, kamar hotel nyaman Kalimantan Timur, East Borneo, vacation, travel, tour, cruise, ship, yacht, luxury boats, travel packages, lodging, hotel chains, comfortable hotel room


Alzheimer, atau lebih akrab disebut sebagai penyakit pikun, bisa dilihat gejalanya saat telah menyerang sesorang. Alzheimer umumnya diderita oleh kalangan lanjut usia, tapi tidak sedikit juga didapati bahwa orang-orang yang belum berusia empat puluh tahun sudah dihinggapi Alzheimer. Biasanya masyarakat beranggapan bahwa Alzheimer atau pikun merupakan penyakit yang wajar menyerang orang-orang yang sudah berusia lanjut. Ini sesuai dengan hukum alam, bahwa makin tua umur manusia maka kerusakan memori pada otak tidak dapat dicegah. Kemerosotan kemampuan memori otak dalam menyimpan dan mengolah ingatan inilah yang membuat seseorang menderita Alzheimer. Meskipun para ilmuwan berpendapat bahwa penyakit ini bisa dicegah, atau paling tidak ditunda dan dikurangi efeknya.

Dalam tulisan ini diikutkan materi tulisan yang menjelaskan antara kaitan kemampuan penglihatan dengan penyakit Alzheimer. Meskipun seperti memiliki analisa yang berbeda dari rekan-rekannya di Universitas of Kansas – AS, para peneliti dari Departemen Psikiatri Universitas Frankfurt di Jerman juga melaporkan bahwa ada keterkaitan antara penurunan penglihatan dengan penyakit Alzheimer. Para peneliti dari Departemen Psikiatri Universitas Frankfurt - Jerman menyatakan bahwa penyakit Alzheimer (AD) diketahui menyebabkan berbagai gangguan fungsi visual yang erat kaitannya dengan perubahan neuropathological. Daerah asosiasi visual lebih terpengaruh daripada korteks visual primer. Selain itu, ada bukti dari studi neuropsikologi dan pencitraan selama istirahat atau rangsangan visual pasif bahwa jalur occipitotemporal kurang terpengaruh dibanding jalur parietalis.

Penelitian yang mereka lakukan bertujuan untuk menyelidiki pola aktivasi fungsional selama pemrosesan visuospatial aktif pada pasien Alzheimer dan dampak dari atrofi serebral lokal pada kekuatan aktivasi fungsional.
=============================

Daya Pandang Turun Bisa Jadi Awal Alzheimer

Kemampuan "visuospatial" mungkin merosot bertahun-tahun sebelum seseorang didiagnosis sebagai penderita Alzheimer, demikian hasil satu studi baru di AS, yang dikutip oleh laporan media, Selasa.

Beberapa ilmuwan di AS memilih 444 orang untuk melakukan studi membujur. Semua peserta terbebas dari penyakit hilang ingatan ketika mereka mendaftar untuk studi tersebut dan menjalani pemeriksaan mengenai sejumlah kemampuan kognitif, termasuk kemampuan "visuospatial" --yang berhubungan dengan persepsi pandangan mengenai hubungan ruang di antara benda.

Setelah rata-rata tindak-lanjut selama 5,9 tahun, 134 peserta telah terserang penyakit hilang ingatan. Di antara mereka, 44 peserta menjalani otopsi otak yang mengkonfirmasi bahwa mereka menderita penyakit Alzheimer (pikun).

Para peneliti tersebut berusaha menggunakan data dari penilaian kemampuan daya pengenal untuk memetakan kemerosotan bermacam bagian sebelum para peserta didiagnosis terserang penyakit hilang ingatan, dan mendapat satu tahap perubahan kemampuan "visuospatial" tiga tahun sebelum diagnosis klinik mengenai penyakit hilang ingatan.

Para peneliti juga mendapati bahwa menurunnya kemampuan kognitif secara keseluruhan terjadi pada tahun berikutnya, setelah kemampuan "visuospatial" peserta anjlok, sementara tahap perubahan kemampuan ingatan kerja dan verbal tak terlihat sampai satu tahun sebelum diagnosis.

"Ada beberapa macam pemahaman mengenai studi ini," tulis David K. Johnson, dari University of Kansas, dan tekannya, sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi China, Xinhua.

"Sebagian tanda paling awal mengenai penyakit praklinis mungkin muncul pada serangkaian pemeriksaan `visuaospatial` dan mempercepat kemampuan psikomotor. Selain itu, angka paling besar kemerosotan pra-klinis mungkin terjadi pada tugas perhatian dan pelaksanaan. Semua temuan ini menunjukkan bahwa penelitian mengenai deteksi dini gangguan kognitif dengan hanya menggunakan tugas memori per-peristiwa, seperti daftar kata atau ingatan paragraf, mungkin tidak sensitif bagi semua kemunculan paling dini penyakit atau bidang perubahan yang paling cepat," katanya.

"Secara ringkas, mempertemukan bukti longitudinal menunjukkan bahwa setelah seseorang berpindah dari jalur yang relatif datar penuaan normal, ada masa pra-klinis dalam penyakit Alzheimer dengan kemerosotan daya kognitif yang tak memadai untuk memberi jaminan kepada diagnosis yang menggunakan kriteris konvensional tapi itu dapat dilihat dengan data longitudinal dari banyak bidang kognitif dan bukan hanya ingatan," tambah mereka.

sumber : ncbi.nlm.nih.gov, antaranews.com

Label:

Share   ikutiBUNYU ONLINE
 

Wallpaper foto kapal laut :


Judul Artikel:Antara penurunan kemampuan penglihatan dan Alzheimer
Alamat URL:http://www.bunyu-online.com/2009/10/antara-penurunan-kemampuan-penglihatan.html