Crawford Award untuk peneliti Indonesia
Kamis, 01 Oktober 2009
Anda pernah mendengar nama Crawford Fund? Crawford Fund merupakan lembaga yang didirikan oleh Australian Academy of Technological Science and Engineering pada bulan Juni 1987. Lembaga ini banyak membantu usaha-usaha untuk penelitian dan pengembangan pertanian internasional, terutama di negara-negara berkembang. Nama Crawford diambil dari nama Sir John Crawford, seorang ilmuwan Australia yang banyak berjasa untuk pengembangan pertanian di Australia dan dunia. Crawford juga yang mendirikan Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) dan menjadi ketua yang pertama pusat penelitian pertanian bersakala internasional tersebut.
Pada perkembangan berikutnya, Crawford Fund mulai memberikan penghargaan kepada orang-orang yang berprestasi dalam usaha pengembangan pertanian dan perikanan di banyak negara dunia ketiga. Tradisi ini merupakan usulan dari Prof. Derek Tribe yang juga merupakan direktur eksekutif Crawford Fund yang pertama (1987 – 1996). Selanjutnya tradisi ini diberi nama Crawford Award dan diresmikan pada tahun 2001 yang secara periodic setiap dua tahun sekali diberikan kepada orang-orang yang sudah berjasa dalam usaha mengembangkan bidang pertanian di kawasan Asia – Pasifik. Untuk tahun 2009 ini, giliran peniliti dari Indonesia yang mendapatkan penghargaan Crwaford Award. Informasinya dapat dibaca dibawah ini.
=============================
Peneliti Indonesia Terima "Crawford Award"
Direktur Perbenihan Ditjen Perikanan Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), Dr. Ketut Sugama, MSc, di Adelaide, Rabu malam, menerima penghargaan bergengsi Australia, "Crawford Fund", atas prestasi riset dan keberhasilannya mengembangkan teknolgi pembenihan ikan laut.
Penghargaan itu disampaikan Ketua Dewan Gubernur Crawford Fund, Neil Andrew, kepada Ketut Sugama dalam satu acara yang turut dihadiri Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Canberra Dr.Aris Junaidi dan sejumlah pejabat KBRI Canberra lainnya yang tengah berkunjung ke Adelaide.
Ketut Sugama mengatakan, "Crawford Fund Award" yang diterimanya Rabu malam ini merupakan pengakuan dan penghargaan atas keberhasilannya mengembangkan teknologi pembenihan ikan-ikan laut, khususnya Kerapu, yang ikut membantu masyarakat pantai meninggalkan cara-cara penangkapan ikan yang merusak lingkungan.
"Katanya (Crawford Fund), saya berhasil mengembangkan teknologi pembenihan ikan-ikan laut, terutama ikan Kerapu, sehingga ikut membantu menghindarkan masyarakat dari merusak karang lewat bom ikan berbahan sianida," katanya.
Selama ini, ia telah pun menjalin kerja sama erat dengan Pusat Penelitian Pertanian Internasional Australia (ACIAR).
Menanggapi keberhasilan Dr. Ketut Sugama, MSc, Adikbud RI di KBRI Canberra Dr. Aris Junaidi menyebutnya sebagai pengakuan internasional atas prestasi riset Indonesia yang manfaatnya juga dirasakan Australia.
Sebelum menjadi direktur pembenihan di Ditjen Perikanan Budidaya DKP, Ketut Sugama pernah mengepalai Balai Riset Perikanan Budidaya Laut di Gondol, Bali (1990-2002).
Crawford Fund sendiri merupakan lembaga nirlaba yang mendukung pengembangan riset pertanian dunia. Lembaga non-pemerintah yang didirikan Akademi Sains Teknologi dan Teknik Australia (AATSE) tahun 1987 itu menyandang nama Sir John Crawford untuk mengenang jasanya bagi pengembangan riset pertanian dunia.
sumber : antaranews.com, crawfordfund.org
Pada perkembangan berikutnya, Crawford Fund mulai memberikan penghargaan kepada orang-orang yang berprestasi dalam usaha pengembangan pertanian dan perikanan di banyak negara dunia ketiga. Tradisi ini merupakan usulan dari Prof. Derek Tribe yang juga merupakan direktur eksekutif Crawford Fund yang pertama (1987 – 1996). Selanjutnya tradisi ini diberi nama Crawford Award dan diresmikan pada tahun 2001 yang secara periodic setiap dua tahun sekali diberikan kepada orang-orang yang sudah berjasa dalam usaha mengembangkan bidang pertanian di kawasan Asia – Pasifik. Untuk tahun 2009 ini, giliran peniliti dari Indonesia yang mendapatkan penghargaan Crwaford Award. Informasinya dapat dibaca dibawah ini.
=============================
Peneliti Indonesia Terima "Crawford Award"
Direktur Perbenihan Ditjen Perikanan Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), Dr. Ketut Sugama, MSc, di Adelaide, Rabu malam, menerima penghargaan bergengsi Australia, "Crawford Fund", atas prestasi riset dan keberhasilannya mengembangkan teknolgi pembenihan ikan laut.
Penghargaan itu disampaikan Ketua Dewan Gubernur Crawford Fund, Neil Andrew, kepada Ketut Sugama dalam satu acara yang turut dihadiri Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Canberra Dr.Aris Junaidi dan sejumlah pejabat KBRI Canberra lainnya yang tengah berkunjung ke Adelaide.
Ketut Sugama mengatakan, "Crawford Fund Award" yang diterimanya Rabu malam ini merupakan pengakuan dan penghargaan atas keberhasilannya mengembangkan teknologi pembenihan ikan-ikan laut, khususnya Kerapu, yang ikut membantu masyarakat pantai meninggalkan cara-cara penangkapan ikan yang merusak lingkungan.
"Katanya (Crawford Fund), saya berhasil mengembangkan teknologi pembenihan ikan-ikan laut, terutama ikan Kerapu, sehingga ikut membantu menghindarkan masyarakat dari merusak karang lewat bom ikan berbahan sianida," katanya.
Selama ini, ia telah pun menjalin kerja sama erat dengan Pusat Penelitian Pertanian Internasional Australia (ACIAR).
Menanggapi keberhasilan Dr. Ketut Sugama, MSc, Adikbud RI di KBRI Canberra Dr. Aris Junaidi menyebutnya sebagai pengakuan internasional atas prestasi riset Indonesia yang manfaatnya juga dirasakan Australia.
Sebelum menjadi direktur pembenihan di Ditjen Perikanan Budidaya DKP, Ketut Sugama pernah mengepalai Balai Riset Perikanan Budidaya Laut di Gondol, Bali (1990-2002).
Crawford Fund sendiri merupakan lembaga nirlaba yang mendukung pengembangan riset pertanian dunia. Lembaga non-pemerintah yang didirikan Akademi Sains Teknologi dan Teknik Australia (AATSE) tahun 1987 itu menyandang nama Sir John Crawford untuk mengenang jasanya bagi pengembangan riset pertanian dunia.
sumber : antaranews.com, crawfordfund.org
Label: IPTEK
| Share |
|
| Tweet | Follow @bunyuonline |
Wallpaper foto kapal laut :
| Judul Artikel | : | Crawford Award untuk peneliti Indonesia |
| Alamat URL | : | http://www.bunyu-online.com/2009/10/crawford-award-untuk-peneliti-indonesia.html |
