Melacak penemu teleskop menggunakan lukisan | BUNYU ONLINE

Melacak penemu teleskop menggunakan lukisan. BUNYU ONLINE: Melacak penemu teleskop menggunakan lukisan, baca di www.bunyu-online.com


Kalimantan Timur, liburan, perjalanan, wisata, pelayaran, perkapalan, kapal pesiar, kapal mewah, paket perjalanan, penginapan, jaringan hotel, kamar hotel nyaman Kalimantan Timur, East Borneo, vacation, travel, tour, cruise, ship, yacht, luxury boats, travel packages, lodging, hotel chains, comfortable hotel room


Melacak penemu teleskop menggunakan lukisanSulit untuk menemukan siapa yang sebenarnya paling berhak menjadi simbol dari kelahiran ilmu pengetahuan modern di bidang teleskop. Ini dikarenakan minimnya yang diketahui orang mengenai perkembangan awal pembuatan teleskop. Hingga saat ini penemu teleskop yang sebenarnya masih tetap belum diketahui.

Baru-baru ini sebuah studi tentang lukisan-lukisan buatan Jan Brueghel the Elder, seorang pelukis Flemish pada era Baroque yang bekerja di Amsterdam pada awal abad ke-17, mungkin bisa dijadikan titik terang mengenai perkembangan awal teleskop. Ini telah menyingkap sebuah misteri yang sudah lama terpendam, kata Paolo Molaro dan Pierluigi Selvelli dari Istituto Nazionale di Astrofisica di Trieste. Salah satu karya Brueghel menunjukkan sebuah gambar teleskop berciri Kleperian. Lukisan ini dibuat 15 tahun sebelum desain teleskop tersebut dibuat.

Meskipun banyak penulis pada abad ke-16 bercerita tentang kaca yang dapat "mengenali seorang pria dari beberapa kilometer jauhnya", gagasan awal ide ini ditunjukkan oleh seorang berkebangsaan Belanda, Hans Lippershey, pembuat lensa yang pada 1608 yang mengajukan paten untuk perangkat yang digambarkan sebagai "untuk melihat benda-benda jauh hingga seolah-olah mereka ada di dekat kita". Namun, permohonannya ditolak dengan alasan ide perangkat buatannya tersebut sudah dikenal khalayak sebelumnya.

Molaro dan Selvelli, yang telah mempelajari gambar perwujudan teleskop yang terlihat pada lima lukisan buatan Brueghel, mengatakan bahwa Lippershey diketahui telah memberikan salah satu instrumen awal untuk Archduke Albert VII dari Habsburg yang memiliki minat dalam filsafat alam.

Molaro dan Selvelli mengatakan bahwa teropong yang terdapat pada lukisan Brueghel berjudul "Extensive Landscape with View of the Castle of Mariemont", tertanggal 1608-1612, adalah lukisan pertama tentang teleskop yang pernah dibuat. Mereka melangkah lebih jauh dan berspekulasi bahwa instrumen ini adalah satu-satunya yang diberikan Lippershey kepada Albert.

Teleskop paling awal terdiri dari lensa objektif dengan permukaan cembung dan lensa mata dengan permukaan cekung. Tapi Johannes Kepler pada tahun 1611 menyarankan bahwa desain yang lebih baik adalah yang memiliki lensa mata dengan permukaan cembung. Keuntungannya adalah tersedianya suatu bidang pandang yang lebih besar dan lebih lega untuk mata, yang tidak perlu ditempatkan sangat dekat dengan lensa mata. Kerugiannya, gambar menjadi terlihat terbalik.

Desain Kepler belum dibuat hingga beberapa tahun kemudian. Referensi pertama yang menggambarkan perangkat seperti itu muncul pada tahun 1631. Tetapi, disinilah letak misterinya : Molaro dan Selvelli berspekulasi bahwa gambar teleskop dalam lukisan "The Allegory of Sight", sebuah hasil kolaborasi antara Brueghel dan Pierre Paul Rubens yang dibuat pada tahun 1617, sebenarnya teleskop dengan desain Keplerian. (lihat gambar di atas).

Ada dua bukti disini. Bukti yang pertama adalah panjang instrument teleskop : Molaro dan Selvelli memperkirakan bahwa teleskop yang ditarik akan mencapai panjang 180 cm atau lebih panjang lagi. Teleskop dengan desain Keplerian lebih panjang daripada desain Galilea (sebuah ironi karena Galileo tidak menciptakan teleskop). Bukti yang kedua adalah ukuran lensa mata, yang muncul untuk membatasi seberapa dekat mata bisa sampai ke lensa mata. Itu hanya didapati pada teleskop dengan desain Keplerian.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah siapa yang membangun teleskop dan digunakan untuk apa. Teleskop berdesain Keplerian memiliki kemampuan pandang yang lebih jauh daripada teleskop dengan desain Galilea. Teleskop seperti itu bisa digunakan untuk mengamati benda-benda langit.

Mungkinkah pemilik salah satu teleskop paling kuat di planet ini gagal mencapai sebuah titik di angkasa? Dan kegagalan itu menjadikannya kehilangan kesempatan untuk mengabadikan namanya pada dunia ilmu pengetahuan hingga akhirnya Galileo yang kemudian dianggap mencapai keberhasilan tersebut.

arvix.org, technologyreview.com

Label:

Share   ikutiBUNYU ONLINE
 

Wallpaper foto kapal laut :


Judul Artikel:Melacak penemu teleskop menggunakan lukisan
Alamat URL:http://www.bunyu-online.com/2009/10/melacak-penemu-teleskop-menggunakan.html