Perang browser antara Google dan Microsoft
Senin, 12 Oktober 2009
Google telah membuka front baru dalam memperebutkan supremasi di dunia internet dengan meluncurkan serangan diam-diam pada browser web buatan Microsoft. Raksasa search engine itu telah mengeluarkan sebuah software aplikasi yang memungkinkan pengguna komputer untuk menjalankan browser Chrome di dalam Browser Internet Explorer (IE) buatan Microsoft.
Google mengatakan bahwa aplikasi "plug-in" Frame Google tersebut sebagai cara bagi pengguna untuk meningkatkan kecepatan IE, yang menurut para pengamat terlalu lambat untuk membuka banyak halaman web. Alasan lain adalah untuk membantu IE agar bisa menangani aplikasi web yang lebih canggih. Menanggapi peluncuran frame Google Chrome tersebut Microsoft telah memperingatkan kepada para pengguna IE bahwa Google Frame dapat membawa resiko keamanan. Tapi pernyataan dan peringatan itu ditolak oleh pihak Google.
Saling menunjukkan kelemahan pada aspek teknis adalah cara baru dalam persaingan produk browser antar kedua perusahaan itu yang telah dimulai sejak tahun lalu ketika Google meluncurkan browser Chrome. Tapi strategi ini tidak mempengaruhi pangsa pasar dimana Microsoft IE masih tetap yang terdepan dalam jumlah pengguna.
Google mengatakan bahwa aplikasi "plug-in" Frame Google tersebut sebagai cara bagi pengguna untuk meningkatkan kecepatan IE, yang menurut para pengamat terlalu lambat untuk membuka banyak halaman web. Alasan lain adalah untuk membantu IE agar bisa menangani aplikasi web yang lebih canggih. Menanggapi peluncuran frame Google Chrome tersebut Microsoft telah memperingatkan kepada para pengguna IE bahwa Google Frame dapat membawa resiko keamanan. Tapi pernyataan dan peringatan itu ditolak oleh pihak Google.
Saling menunjukkan kelemahan pada aspek teknis adalah cara baru dalam persaingan produk browser antar kedua perusahaan itu yang telah dimulai sejak tahun lalu ketika Google meluncurkan browser Chrome. Tapi strategi ini tidak mempengaruhi pangsa pasar dimana Microsoft IE masih tetap yang terdepan dalam jumlah pengguna.
Perusahaan teknologi tidak mendapatkan keuntungan finansial dari pembuatan browser internet yang aplikasinya bisa diunduh secara gratis. Tetapi produk browser merupakan program yang paling penting pada kebanyakan komputer untuk menyediakan platform bagi pengguna untuk menjelajahi web. Perusahaan-perusahaan itu mempromosikan produk browser untuk menaikkan imej dan sebagai sebagai cara untuk mengendalikan pengguna di internet. Untuk Google, browser Chrome juga merupakan bagian dari rencana yang lebih besar untuk mengantisipasi dominasi Microsoft di pasar perangkat lunak komputer. Google menyiapkan webnya sendiri berbasis sistem operasi, yang disebut Chrome OS, guna memulai kompetisi langsung dengan Microsoft Windows. Sistem operasi open-source tersebut dapat dijalankan pada komputer kecil, seperti netbook, pada awal semester kedua tahun depan.
Eric Schmidt, kepala eksekutif Google, menegaskan kemarin bahwa browser Chrome dan sistem operasi akan dihubungkan dalam upaya perusahaan untuk mengalihkan konsumen dari perangkat lunak berbayar seperti program-program Microsoft Office suite untuk aplikasi Google host di server Google.
Analis mengatakan bahwa Google sedang mengalami kesulitan untuk menyadarkan para konsumen dari ketidak-tahuan tentang apa browser itu dan keengganan mereka untuk beralih ke sesuatu yang baru. Sementara itu Sheri McLeish, seorang analis dari Forrester Research, mengatakan bahwa taktik Google Frame merupakan pengakuan dari Google tentang sulitnya untuk mengubah pengguna untuk meninggalkan IE, khususnya bagi pengguna bisnis. "Google sangat lambat untuk menemukan rute tradisional guna merebut IE dari desktop. Mereka mulai mengambil pendekatan yang berbeda dan saya pikir kita tunggu saja kelanjutannya", katanya.
Google sedang menyiapkan serangkaian perubahan pada browser Google Chrome, bersamaan dengan upaya untuk membentuk kemitraan distribusi baru yang diharapkan akan segera membuat Google Chrome menjadi browser yang banyak diminati pengguna internet.
Google baru-baru ini menandatangani kesepakatan dengan Sony untuk menginstal Chrome pada PC Sony tertentu yang diharapkan bisa mendapatkan peluang yang potensial dari para pengguna internet. Hal yang sama juga akan dilakukan dengan produsen Personal Computer lainnya.
Mr Schmidt mengatakan bahwa Google akan segera menawarkan versi browser untuk pengguna produk Apple.
Sementara itu, Microsoft telah mengesampingkan penyelidikan oleh regulator Eropa mengenai strategi perusahaan melakukan bundel browser Internet Explorer dengan sistem operasi Windows. Pembuat perangkat lunak pesaingnya telah mengeluhkan bahwa para pengguna PC tidak memiliki cara yang jelas untuk memilih suatu alternatif dan Komisi Eropa pada bulan Januari menyimpulkan bahwa Microsoft telah melanggar undang-undang antitrust.
Sekarang regulator di Brussels mengatakan bahwa mereka akan mengajukan proposal yang dibuat oleh Microsoft pada bulan Juli agar mempermudah pengguna Windows di Eropa guna memilih browser yang berbeda.
Microsoft akan membantu pengguna di Uni Eropa dengan menyediakan halaman web yang berisi daftar beberapa browser yang bisa diinstal bersamaan dengan IE atau sebagai pengganti IE sebagai bagian dari sistem operasi Windows 7 yang baru pada 22 Oktober nanti.
Para pengamat mengatakan bahwa pilihan nyata browser ini cenderung menyebabkan lebih banyak erosi pangsa pasar Microsoft.
Saat ini Google Chrome sudah memiliki 3,2 persen pangsa pasar pada bulan September. Ini merupakan peningkatan dibanding pada bulan sebelumnya yang hanya pada angka 2,8 persen, menurut Net Applications, yang melacak penggunaan browser melalui 40.000 website. Google mengatakan bahwa browser Google Chrome memiliki 30 juta pengguna di seluruh dunia.
Sementara itu pengguna browser Internet Explorer mengalami penurunan dari 67 persen menjadi 65,7 persen. Berikutnya browser yang paling populer digunakan kemudian yaitu Mozilla Firefox yang sebelumnya hanya pada angka 23 persen kini naik menjadi 23,8 persen, lalu browser Safari buatan Apple naik dari 4,1 persen menjadi 4,2 persen.
sumber : timesonline.co.uk
Eric Schmidt, kepala eksekutif Google, menegaskan kemarin bahwa browser Chrome dan sistem operasi akan dihubungkan dalam upaya perusahaan untuk mengalihkan konsumen dari perangkat lunak berbayar seperti program-program Microsoft Office suite untuk aplikasi Google host di server Google.
Analis mengatakan bahwa Google sedang mengalami kesulitan untuk menyadarkan para konsumen dari ketidak-tahuan tentang apa browser itu dan keengganan mereka untuk beralih ke sesuatu yang baru. Sementara itu Sheri McLeish, seorang analis dari Forrester Research, mengatakan bahwa taktik Google Frame merupakan pengakuan dari Google tentang sulitnya untuk mengubah pengguna untuk meninggalkan IE, khususnya bagi pengguna bisnis. "Google sangat lambat untuk menemukan rute tradisional guna merebut IE dari desktop. Mereka mulai mengambil pendekatan yang berbeda dan saya pikir kita tunggu saja kelanjutannya", katanya.
Google sedang menyiapkan serangkaian perubahan pada browser Google Chrome, bersamaan dengan upaya untuk membentuk kemitraan distribusi baru yang diharapkan akan segera membuat Google Chrome menjadi browser yang banyak diminati pengguna internet.
Google baru-baru ini menandatangani kesepakatan dengan Sony untuk menginstal Chrome pada PC Sony tertentu yang diharapkan bisa mendapatkan peluang yang potensial dari para pengguna internet. Hal yang sama juga akan dilakukan dengan produsen Personal Computer lainnya.
Mr Schmidt mengatakan bahwa Google akan segera menawarkan versi browser untuk pengguna produk Apple.
Sementara itu, Microsoft telah mengesampingkan penyelidikan oleh regulator Eropa mengenai strategi perusahaan melakukan bundel browser Internet Explorer dengan sistem operasi Windows. Pembuat perangkat lunak pesaingnya telah mengeluhkan bahwa para pengguna PC tidak memiliki cara yang jelas untuk memilih suatu alternatif dan Komisi Eropa pada bulan Januari menyimpulkan bahwa Microsoft telah melanggar undang-undang antitrust.
Sekarang regulator di Brussels mengatakan bahwa mereka akan mengajukan proposal yang dibuat oleh Microsoft pada bulan Juli agar mempermudah pengguna Windows di Eropa guna memilih browser yang berbeda.
Microsoft akan membantu pengguna di Uni Eropa dengan menyediakan halaman web yang berisi daftar beberapa browser yang bisa diinstal bersamaan dengan IE atau sebagai pengganti IE sebagai bagian dari sistem operasi Windows 7 yang baru pada 22 Oktober nanti.
Para pengamat mengatakan bahwa pilihan nyata browser ini cenderung menyebabkan lebih banyak erosi pangsa pasar Microsoft.
Saat ini Google Chrome sudah memiliki 3,2 persen pangsa pasar pada bulan September. Ini merupakan peningkatan dibanding pada bulan sebelumnya yang hanya pada angka 2,8 persen, menurut Net Applications, yang melacak penggunaan browser melalui 40.000 website. Google mengatakan bahwa browser Google Chrome memiliki 30 juta pengguna di seluruh dunia.
Sementara itu pengguna browser Internet Explorer mengalami penurunan dari 67 persen menjadi 65,7 persen. Berikutnya browser yang paling populer digunakan kemudian yaitu Mozilla Firefox yang sebelumnya hanya pada angka 23 persen kini naik menjadi 23,8 persen, lalu browser Safari buatan Apple naik dari 4,1 persen menjadi 4,2 persen.
sumber : timesonline.co.uk
Label: IPTEK
| Share |
|
| Tweet | Follow @bunyuonline |
Wallpaper foto kapal laut :
| Judul Artikel | : | Perang browser antara Google dan Microsoft |
| Alamat URL | : | http://www.bunyu-online.com/2009/10/perang-browser-antara-google-dan.html |
