Mengendalikan komputer dengan gelombang otak
Selasa, 01 Desember 2009
Pada tahun 2020 nanti, orang tidak membutuhkan keyboard atau mouse lagi untuk mengoperasikan komputer, kata para peneliti di Intel Corp. Pengguna komputer akan mengendalikan komputernya hanya dengan menggunakan gelombang otak mereka.Para ilmuwan di laboratorium penelitian Intel di Pittsburgh sedang bekerja menemukan cara untuk membaca dan memanfaatkan gelombang otak manusia sehingga dapat digunakan untuk mengoperasikan komputer, televisi dan ponsel. Gelombang otak akan dimanfaatkan dengan sensor yang dikembangkan Intel yang akan ditanamkan dalam otak manusia. Para peneliti tersebut berharap bahwa para konsumen bisa memperoleh kebebasan yang mereka inginkan mereka dengan menggunakan implant tersebut.
"Saya berfikir bahwa manusia memang mahluk yang memiliki kemampuan beradaptasi yang luar biasa. Jika Anda berkata kepada orang-orang pada 20 tahun yang lalu bahwa mereka akan selalu membawa komputernya sepanjang waktu, maka mereka akan berkata, 'Aku tidak menginginkan itu. Aku tidak perlu itu'. Tapi sekarang mereka tidak bisa berhenti membawa perangkat komputernya. Ada banyak hal yang harus dilakukan untuk mengawalinya. Tapi saya fikir menanamkan sebuah chip ke dalam otak manusia adalah sangat memungkinkan", kata Adrew Chien, wakil presiden riset dan direktur riset masa depan di Intel Labs.
Seorang peneliti yang lain di laboratorium penelitian Intel, Dean Pomerleau, mengatakan kepada media ComputerWorld bahwa pengguna computer akan segera bosan bergantung pada antarmuka komputer, karena mereka harus mengeluarkan perangkat komputernya dari saku atau tas untuk bisa menggunakannya. Sebaliknya mereka akan mengoperasikan komputernya hanya dengan menggunakan gelombang otaknya. "Kami sedang berusaha membuktikan bahwa Anda dapat melakukan hal-hal yang menarik dengan gelombang otak. Akhirnya orang mungkin bersedia untuk lebih berkomitmen….pada implant otak. Bayangkan betapa menyenangkannya bisa berselancar di dunia internet dengan kekuatan fikiran Anda", tambah Dean Pomerleau.
Dean Pomerleau mengatakan bahwa timnya telah menggunakan mesin Functional Magnetic Resonance Imaging (FMRI) untuk menentukan bahwa perubahan aliran darah pada daerah tertentu di otak ditentukan oleh kata atau gambar apa yang sedang difikirkan oleh seseorang. Orang cenderung menunjukkan pola otak yang sama untuk pemikiran yang sama, kata Pomerleau. Misalnya jika ada dua orang yang sedang berfikir tentang beruang atau mendengar kata beruang, atau bahkan mendengar geraman seekor beruang, sebuah Neuroimage akan menunjukkan aktifitas otak yang sama. Pada dasarnya, ada pola-pola yang standard yang muncul di otak untuk kata-kata atau gambar yang berbeda. Para peneliti sudah makin dekat untuk mengembangkan teknologi penginderaan otak yang akan digunakan untuk memanipulasi komputer. Langkah berikutnya adalah mengaplikasikannya menjadi sebuah sensor yang berukuran kecil yang dapat ditanamkan pada otak manusia.
Penelitian penginderaan otak seperti itu tidak hanya dilakukan oleh Intel dan beberapa universitas yang bekerja sama dengan perusahaan tersebut. Dua tahun yang lalu para ilmuwan di AS dan Jepang sudah mengumumkan bahwa otak monyet sudah diuji coba untuk mengendalikan sebuah robot humanoid. Miguel Nicolelis, seorang profesor neurobilogi di Universitas Duke dan memimpin proyek penelitian tersebut mengatakan bahwa para peneliti berharap penemuan itu akan membantu orang-orang yang menderita kelumpuhan bisa berjalan lagi.
Dan satu bulan sebelum itu, seorang ilmuwan di Universitas Arizona melaporkan bahwa ia telah berhasil membuat sebuah robot yang dipandu oleh otak dan mata ngengat. Dan Charles Higgins, seorang profesor di universitas tersebut meramalkan bahwa dalam waktu 10 atau 15 tahun lagi orang akan menggunakan "komputer hybrid" yang dijalankan oleh kombinasi teknologi dan jaringan organik hidup.
sumber :
Tulisan dan gambar : impactlab.com
Dean Pomerleau mengatakan bahwa timnya telah menggunakan mesin Functional Magnetic Resonance Imaging (FMRI) untuk menentukan bahwa perubahan aliran darah pada daerah tertentu di otak ditentukan oleh kata atau gambar apa yang sedang difikirkan oleh seseorang. Orang cenderung menunjukkan pola otak yang sama untuk pemikiran yang sama, kata Pomerleau. Misalnya jika ada dua orang yang sedang berfikir tentang beruang atau mendengar kata beruang, atau bahkan mendengar geraman seekor beruang, sebuah Neuroimage akan menunjukkan aktifitas otak yang sama. Pada dasarnya, ada pola-pola yang standard yang muncul di otak untuk kata-kata atau gambar yang berbeda. Para peneliti sudah makin dekat untuk mengembangkan teknologi penginderaan otak yang akan digunakan untuk memanipulasi komputer. Langkah berikutnya adalah mengaplikasikannya menjadi sebuah sensor yang berukuran kecil yang dapat ditanamkan pada otak manusia.
Penelitian penginderaan otak seperti itu tidak hanya dilakukan oleh Intel dan beberapa universitas yang bekerja sama dengan perusahaan tersebut. Dua tahun yang lalu para ilmuwan di AS dan Jepang sudah mengumumkan bahwa otak monyet sudah diuji coba untuk mengendalikan sebuah robot humanoid. Miguel Nicolelis, seorang profesor neurobilogi di Universitas Duke dan memimpin proyek penelitian tersebut mengatakan bahwa para peneliti berharap penemuan itu akan membantu orang-orang yang menderita kelumpuhan bisa berjalan lagi.
Dan satu bulan sebelum itu, seorang ilmuwan di Universitas Arizona melaporkan bahwa ia telah berhasil membuat sebuah robot yang dipandu oleh otak dan mata ngengat. Dan Charles Higgins, seorang profesor di universitas tersebut meramalkan bahwa dalam waktu 10 atau 15 tahun lagi orang akan menggunakan "komputer hybrid" yang dijalankan oleh kombinasi teknologi dan jaringan organik hidup.
sumber :
Tulisan dan gambar : impactlab.com
Label: IPTEK
| Share |
|
| Tweet | Follow @bunyuonline |
Wallpaper foto kapal laut :
| Judul Artikel | : | Mengendalikan komputer dengan gelombang otak |
| Alamat URL | : | http://www.bunyu-online.com/2009/12/mengendalikan-komputer-dengan-gelombang.html |
