Inovasi dalam bisnis
Kamis, 15 Juli 2010
Inovasi dalam bisnis. Perubahan-perubahan yang terjadi dengan begitu cepat telah menciptakan suasana persaingan yang makin sengit. Demikian juga persaingan yang terjadi dalam dunia usaha. Setiap pelaku bisnis makin dituntut untuk selalu memiliki inovasi dalam bidang ini. Inovasi akan selalu menciptakan suasana segar dan membuat sebuah produk atau layanan semakin memiliki daya tarik.
MEMBENTUK MODEL BISNIS
Oleh : A. B. Susanto (Managing Partner The Jakarta Consulting Group)
Di tengah-tengah perubahan yang begitu deras dan gempuran pesaing yang makin gencar, inovasi menjadi andalan demi mempertahankan pertumbuhan, pangsa pasar, dan keuntungan perusahaan. Namun, inovasi yang dilakukan sering kali tidak lagi cukup sebatas produk dan layanan. Harus pula dilakukan inovasi terhadap model bisnis yang diterapkan.
MEMBENTUK MODEL BISNIS
Oleh : A. B. Susanto (Managing Partner The Jakarta Consulting Group)
Di tengah-tengah perubahan yang begitu deras dan gempuran pesaing yang makin gencar, inovasi menjadi andalan demi mempertahankan pertumbuhan, pangsa pasar, dan keuntungan perusahaan. Namun, inovasi yang dilakukan sering kali tidak lagi cukup sebatas produk dan layanan. Harus pula dilakukan inovasi terhadap model bisnis yang diterapkan.
Model bisnis mencakup aspek-aspek inti dalam sebuah bisnis seperti tujuan, produk/layanan yang ditawarkan, strategi, infrastruktur, struktur organisasi, praktik-praktik perdagangan, serta kebijakan dan proses operasional. Melalui inovasi model bisnis, perusahaan diharapkan mampu bersaing bukan saja dalam hal proposisi nilai dari produk/layanan yang ditawarkannya, melainkan juga menyelaraskan formula keuntungan, sumber daya, dan prosesnya guna meningkatkan proposisi nilai tersebut, menjangkau segmen pasar baru, meningkatkan kinerja, dan mengalahkan pesaing.
Selama kurang lebih satu dekade, 14 dari 19 perusahaan yang msuk dalam jajaran Fortune 500 meraih kesuksesan berkat inovasi model bisnis, sehingga mentransformasi industri yang ada atau menciptakan industri baru. Menurut Johnson, Christensen, dan Kagermann, guna menentukan apakah sebuah perusahaan memerlukan inovasi dalam model bisnisnya, dapat ditempuh beberapa langkah. Pertama, mengartikulasikan faktor pendorong kesuksesan model bisnis yang saat ini diterapkan.
Kedua, mengamati dan mengantisipasi sinyal-sinyal yang menandakan diperlukannya perubahan. Berkaitan dengan hal ini, inovasi dalam model bisnis perlu dilakukan saat perusahaan melihat peluang untuk memfokuskan diri pada pemenuhan kebutuhan pelanggan dalam jumlah besar yang merasa produk yang hadir saat ini terlalu mahal dan rumit.
Selain itu, memanfaatkan teknologi baru atau memodernkan teknologi yang saat ini diterapkan; dan memfokuskan diri pada hal-hal yang belum dilakukan oleh pesaing. Juga adanya kebutuhan untuk mencegah gangguan pesaing yang menawarkan harga dan biaya yang lebih rendah serta menanggapi adanya pergeseran dalam persaingan.
Ketiga, menentukan apakah inovasi yang akan dilakukan sesuai dengan biaya atau pengorbanan yang dikeluarkan. Inovasi dalam model bisnis dapat dianggap sukses bila mampu mengubah industri atau pasar.
Inovasi model bisnis dapat diterapkan pada area proposisi nilai pelanggan, formula keuntungan, sumber daya kunci, dan proses kunci. Proposisi nilai pelanggan adalah total manfaat yang dijanjikan perusahaan sebagai imbalan atas pengorbanan atau pembayaran yang dilakukan pelanggan.
Seorang pelanggan dapat mengevaluasi proporsi nilai perusahaan melalui kinerja relatif terhadap pesaing dan harga yang dia bayarkan. Formula keuntungan adalah cetak biru yang menjelaskan bagaimana perusahaan menciptakan nilai bagi dirinya sendiri. Formula keuntungan terdiri dari model pendapatan (harga dikalikan volume); struktur biaya (misalnya biaya tetap versus biaya variabel dan pengaruh skala usah terhadap biaya); model margin, dan kecepatan sumber daya.
Sumber daya kunci adalah karyawan, teknologi, produk/layanan, fasilitas, peralatan, dan merek yang diperlukan untuk menghantarkan proporsi nilai kepada pasar sasaran. Sumber daya yang harus difokuskan adalah yang berkontribusi pada penciptaan nilai bagi pelanggan dan perusahaan. Sementara proses kunci adalah proses manajerial dan operasional yang memungkinkan perusahaan mengantarkan nilai dengan cara yang dapat diulangi secara sukses dan meningkatkan skala.
Proses kunci ini dapat mencakup pengulangan tugas-tugas dalam pelatihan, pengembangan, perakitan, penganggaran, perencanaan, penjualan, dan layanan. Termasuk juga aturan dan norma-norma perusahaan.
Sukses Tata
Dalam inovasi model bisnis ini, kasus Tata Nano (selanjutnya disebut The Nano) dapat dijadikan pelajaran. The Nano adalah merek mobil buatan Tata Motor, produsen otomotif yang bermarkas di India. Konsumsi bahan bakarnya sangat efisien. The Nano adalah wujud dari cita-cita Tata untuk menghasilkan mobil dengan harga termurah di dunia, yang merakyat serta ramah lingkungan.
The Nano dijual dalam volume besar dengan pasar sasaran kelompok konsumen menengah ke bawah serta orang-orang yang membeli mobil untuk pertama kalinya. Guna mewujudkan hal tersebut, perusahaan mengurangi banyak elemen struktur biaya dan bersedia menerima margin kotor di bawah standar.
Perusahaan juga harus menyusun kembali cara-cara merancang, memproduksi, dan mendistribusikan sebuah mobil. Juga meredefinisikan strategi pemilihan pemasoknya, dengan melakukan alih daya sekitar 85% komponen The Nano dan menggunakan vendor kurang dari 60% di bawah normal guna mengurangi biaya transaksi. Majalah Newsweek menyebut The Nano sebagai "model baru mobil abad ke-21".
Namun, melakukan inovasi terhadap model bisnis ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Menurut Bjirkdahl, hal ini disebabkan oleh sejumlah alasan. Pertama, berkaitan dengan ingatan institusional.
Pertumbuhan perusahaan dan penerapan model bisnis yang telah terbukti kesuksesannya membuat perusahaan merasa nyaman sehingga enggan melakukan perubahan. Norma dan nilai yang dianut telah tertanam dengan kuat. Alasan berikutnya berkaitan dengan ketidakpastian.
Perusahaan boleh jadi merasa tidak yakin dengan reaksi pelanggan terhadap perubahan model bisnis. Oleh karena itu, meski pimpinan atau manajer perusahaan menyadari sepenuhnya manfaat dari model bisnis yang baru, tetapi mereka tidak yakin dengan konsekuensi yang bakal timbul.
Ketidakpastian menjadi semakin tinggi manakala perubahan mensyaratkan perusahaan untuk melakukan aktivitas bisnis yang tidak lazim dalam industri yang digeluti. Dalam hal ini, manajemen umumnya cenderung lebih suka menunggu perubahan yang dilakukan oleh pemain lain dalam industri.
Bagaimanapun, demi kelanjutan eksistensi, pertumbuhan, dan daya saing perusahaan, inovasi model bisnis acap kali tak bisa dielakkan. Untuk menjalankannya memang tidak selalu mudah karena adanya faktor risiko. Namun, risiko yang lebih besar mengintai apabila perusahaan bersikeras mempertahankan cara-cara lama dalam berbisnis. Kuncinya terletak pada manajemen perubahan yang efektif.
web.bisnis.com
Selama kurang lebih satu dekade, 14 dari 19 perusahaan yang msuk dalam jajaran Fortune 500 meraih kesuksesan berkat inovasi model bisnis, sehingga mentransformasi industri yang ada atau menciptakan industri baru. Menurut Johnson, Christensen, dan Kagermann, guna menentukan apakah sebuah perusahaan memerlukan inovasi dalam model bisnisnya, dapat ditempuh beberapa langkah. Pertama, mengartikulasikan faktor pendorong kesuksesan model bisnis yang saat ini diterapkan.
Kedua, mengamati dan mengantisipasi sinyal-sinyal yang menandakan diperlukannya perubahan. Berkaitan dengan hal ini, inovasi dalam model bisnis perlu dilakukan saat perusahaan melihat peluang untuk memfokuskan diri pada pemenuhan kebutuhan pelanggan dalam jumlah besar yang merasa produk yang hadir saat ini terlalu mahal dan rumit.
Selain itu, memanfaatkan teknologi baru atau memodernkan teknologi yang saat ini diterapkan; dan memfokuskan diri pada hal-hal yang belum dilakukan oleh pesaing. Juga adanya kebutuhan untuk mencegah gangguan pesaing yang menawarkan harga dan biaya yang lebih rendah serta menanggapi adanya pergeseran dalam persaingan.
Ketiga, menentukan apakah inovasi yang akan dilakukan sesuai dengan biaya atau pengorbanan yang dikeluarkan. Inovasi dalam model bisnis dapat dianggap sukses bila mampu mengubah industri atau pasar.
Inovasi model bisnis dapat diterapkan pada area proposisi nilai pelanggan, formula keuntungan, sumber daya kunci, dan proses kunci. Proposisi nilai pelanggan adalah total manfaat yang dijanjikan perusahaan sebagai imbalan atas pengorbanan atau pembayaran yang dilakukan pelanggan.
Seorang pelanggan dapat mengevaluasi proporsi nilai perusahaan melalui kinerja relatif terhadap pesaing dan harga yang dia bayarkan. Formula keuntungan adalah cetak biru yang menjelaskan bagaimana perusahaan menciptakan nilai bagi dirinya sendiri. Formula keuntungan terdiri dari model pendapatan (harga dikalikan volume); struktur biaya (misalnya biaya tetap versus biaya variabel dan pengaruh skala usah terhadap biaya); model margin, dan kecepatan sumber daya.
Sumber daya kunci adalah karyawan, teknologi, produk/layanan, fasilitas, peralatan, dan merek yang diperlukan untuk menghantarkan proporsi nilai kepada pasar sasaran. Sumber daya yang harus difokuskan adalah yang berkontribusi pada penciptaan nilai bagi pelanggan dan perusahaan. Sementara proses kunci adalah proses manajerial dan operasional yang memungkinkan perusahaan mengantarkan nilai dengan cara yang dapat diulangi secara sukses dan meningkatkan skala.
Proses kunci ini dapat mencakup pengulangan tugas-tugas dalam pelatihan, pengembangan, perakitan, penganggaran, perencanaan, penjualan, dan layanan. Termasuk juga aturan dan norma-norma perusahaan.
Sukses Tata
Dalam inovasi model bisnis ini, kasus Tata Nano (selanjutnya disebut The Nano) dapat dijadikan pelajaran. The Nano adalah merek mobil buatan Tata Motor, produsen otomotif yang bermarkas di India. Konsumsi bahan bakarnya sangat efisien. The Nano adalah wujud dari cita-cita Tata untuk menghasilkan mobil dengan harga termurah di dunia, yang merakyat serta ramah lingkungan.
The Nano dijual dalam volume besar dengan pasar sasaran kelompok konsumen menengah ke bawah serta orang-orang yang membeli mobil untuk pertama kalinya. Guna mewujudkan hal tersebut, perusahaan mengurangi banyak elemen struktur biaya dan bersedia menerima margin kotor di bawah standar.
Perusahaan juga harus menyusun kembali cara-cara merancang, memproduksi, dan mendistribusikan sebuah mobil. Juga meredefinisikan strategi pemilihan pemasoknya, dengan melakukan alih daya sekitar 85% komponen The Nano dan menggunakan vendor kurang dari 60% di bawah normal guna mengurangi biaya transaksi. Majalah Newsweek menyebut The Nano sebagai "model baru mobil abad ke-21".
Namun, melakukan inovasi terhadap model bisnis ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Menurut Bjirkdahl, hal ini disebabkan oleh sejumlah alasan. Pertama, berkaitan dengan ingatan institusional.
Pertumbuhan perusahaan dan penerapan model bisnis yang telah terbukti kesuksesannya membuat perusahaan merasa nyaman sehingga enggan melakukan perubahan. Norma dan nilai yang dianut telah tertanam dengan kuat. Alasan berikutnya berkaitan dengan ketidakpastian.
Perusahaan boleh jadi merasa tidak yakin dengan reaksi pelanggan terhadap perubahan model bisnis. Oleh karena itu, meski pimpinan atau manajer perusahaan menyadari sepenuhnya manfaat dari model bisnis yang baru, tetapi mereka tidak yakin dengan konsekuensi yang bakal timbul.
Ketidakpastian menjadi semakin tinggi manakala perubahan mensyaratkan perusahaan untuk melakukan aktivitas bisnis yang tidak lazim dalam industri yang digeluti. Dalam hal ini, manajemen umumnya cenderung lebih suka menunggu perubahan yang dilakukan oleh pemain lain dalam industri.
Bagaimanapun, demi kelanjutan eksistensi, pertumbuhan, dan daya saing perusahaan, inovasi model bisnis acap kali tak bisa dielakkan. Untuk menjalankannya memang tidak selalu mudah karena adanya faktor risiko. Namun, risiko yang lebih besar mengintai apabila perusahaan bersikeras mempertahankan cara-cara lama dalam berbisnis. Kuncinya terletak pada manajemen perubahan yang efektif.
web.bisnis.com
Label: TIPS DAN TRIK
| Share |
|
| Tweet | Follow @bunyuonline |
Wallpaper foto kapal laut :
| Judul Artikel | : | Inovasi dalam bisnis |
| Alamat URL | : | http://www.bunyu-online.com/2010/07/inovasi-dalam-bisnis.html |
